G-Land punya tiga konotasi yang berbeda: “Green”, karena lokasinya
di tepi hutan yang masih bagus. “Great”, karena salah satu ombak
yang terbaik di dunia untuk berselancar dan “Grajagan”, sebuah nama
pelabuhan nelayan terdekat disana, tempat menyeberang kesana sebelum ada jalan
yang melintas di hutan TNAP (Taman Nasional Alas Purwo). Julukan yang
diberikan untuk sebuah nama lokal bernama Plengkung.
Ombak di Plengkung merupakan salah satu yang terbaik di dunia. Ombak
setinggi 4-7 meter sepanjang 2km dlm formasi 7 gelombang bersusun “go
to left” cocok ditunggangi oleh peselancar kidal.
TNAP memiliki banyak pantai bagus, bebas dari hiruk pikuk turis
kota. Kegiatan komersial yang berarti hanya di Plengkung, dikelola oleh
dua atau tiga operator swasta sebagai resort khusus kaum peselancar.
Disini, nyaris seluruh tamunya adalah pengunjung Mancanegara, terutama
dari Australia. Penginapan dan kehidupan yang ditawarkan sangat membumi,
menyatu dengan setting alam TNAP. Cottage atau kamar mungil yang
disewakan menggunakan bahan alami, spt. kayu, bambu dan ijuk dengan
penerangan lampu minyak tanah. Beberapa bahkan cukup unik, dengan ruang
tidur berupa gerobak sapi tempo dulu. Namun demikian, biayanya cukup
mahal, sampai ratusan US dollar dalam satu paket: beberapa hari
bermalam, sewa peralatan selancar, makan dan biaya transfer dari/ ke
Denpasar.
Apapun cara dan tujuannya, TNAP adalah taman nasional unik yang
patut dikunjungi karena memiliki daya tarik keindahan pantai, punya
misteri, tetapi mudah dicapai. Jika anda liburan menuju Bali atau Banyuwangi, mampirlah sejenak, dibutuhkan hanya 2 jam dari penyeberangan Ketapang Banyuwangi. Saya
yakin anda akan menemukan pengalaman baru disini. Tidak banyak orang
Indonesia yg pernah datang kesini. Saya sendiri, cukup beruntung pernah
menyaksikan keindahan pantai dan kesunyian hutan di Taman Nasional Alas
Purwo ini, dan sangat cocok untuk menyegarkan pikiran setelah banyaki beraktivitas di kota anda.


0 komentar:
Posting Komentar